SUDAN SELATAN – UNICEF mengatakan orang-orang bersenjata telah menyerang sebuah konvoi truk-truk kemanusiaan milik seorang kontraktor Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa di Sudan Selatan, dan menewaskan satu orang.
Serangan itu dilakukan di dekat kota Mangalla, sebelah utara ibukota Juba, pada hari Rabu (4/7/2018).
“Kami telah menerima laporan bahwa dua truk milik kontraktor UNICEF diserang oleh orang-orang bersenjata,” kata badan itu, menambahkan bahwa seorang asisten sopir tewas dalam serangan itu.
Badan PBB mengatakan pihaknya masih berusaha memverifikasi nama dan kewarganegaraan korban.
UNICEF juga mengecam “serangan tidak masuk akal ini ditujukan pada warga sipil tak bersenjata yang bekerja untuk mengirim pasokan kemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan.”
Elario Paul Fataki, seorang pejabat pemerintah lokal di daerah tempat insiden itu terjadi, mengatakan serangan itu terjadi sekitar lima kilometer dari Mangalla.
Sudan Selatan, negara termuda di Afrika, telah dicengkeram oleh perang sipil berdarah sejak Desember 2013, ketika Presiden Salva Kiir menuduh mantan deputinya, Riek Machar, merencanakan kudeta.
Kedua belah pihak terlibat dalam lingkaran pembunuhan pembalasan yang telah memecah negara miskin di sepanjang garis etnis. Puluhan ribu telah tewas dan jutaan orang mengungsi dalam konflik.
Serangan-serangan yang sering terjadi terhadap konvoi dan personil kemanusiaan telah dilaporkan dalam konflik Sudan Selatan dan kedua belah pihak yang bertikai telah disalahkan.
Setidaknya 100 pekerja amal telah terbunuh dalam perang disana.





