RIAU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 80 titik panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan di Riau dan menyebar di tujuh kabupaten/kota di Riau.
Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno mengatakan titik panas terdeteksi melalui pencitraan satelit Terra dan Aqua pada pukul 06.00 WIB. Sebagai besar menyebar di Kabupaten Rokan Hilir dengan 42 titik.
Selanjutnya, Kota Dumai 16 titik panas, Bengkalis 10 titik, Pelalawan lima titik, Roan Hulu dua titik, dan Kabupaten Siak empat titik.
Dia menerangankan 80 titik panas tersebut adalah yang terbanyak sepanjang Juli 2018. Titik panas itu terpantau mulai muncul dan meningkat sejak awal pekan Juli.
“Selain di Riau, titik-titik panas juga terpantau di sejumlah provinsi di Sumatera. Total 159 titik panas menyebar di Sumatera, termasuk 80 diantaranya di Riau,” jelasnya.
Di Sumatera Utara, titik panas mencapai 21 titik, Sumatera Barat 18 titik, Bangka Belitung 12 titik, serta Jambi dan Bengkulu masing-masing 10 titik.
Dari 80 titik panas yang terpantau di Riau, 66 di antaranya dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen.
Pemerintah Riau sebelumnya telah memperpanjang status siaga darurat karhutla mulai 19 Februari hingga 30 November 2018.





