
NEW YORK – Laporan rahasia PBB yang dilihat oleh kantor berita Reuters menyebut Korea Utara tidak menghentikan program nuklir dan rudalnya dan telah berusaha menjual senjata kepada milisi Houthi Yaman.
Laporan itu mengatakan Korea Utara melanggar sanksi PBB dan bekerja sama secara militer dengan Suriah.
Laporan yang ddibuat enam bulan dan berisi 149 halaman oleh para ahli independen yang memantau pelaksanaan sanksi PBB diserahkan kepada komite sanksi Dewan Keamanan Korea Utara pada Jumat malam pekan lalu.
“(Korea Utara) belum menghentikan program nuklir dan rudalnya dan terus menentang resolusi Dewan Keamanan melalui peningkatan besar-besaran pengiriman kapal minyak ke kapal ilegal, serta melalui transfer batubara di laut selama 2018,” para ahli menulis dalam laporan tersebut.
Laporan itu mengatakan bahwa para ahli sedang menyelidiki upaya yang dilakukan oleh Kementerian Peralatan Militer Korea Utara dan Perusahaan Perdagangan Pembangunan Pertambangan Korea (KOMID) untuk memasok senjata konvensional dan rudal balistik ke kelompok Houthi Yaman.
Sebuah negara, yang tidak teridentifikasi, menunjukkan para ahli surat 13 Juli 2016 dari seorang pemimpin Houthi yang mengundang Korea Utara untuk bertemu di Damaskus “untuk membahas masalah transfer teknologi dan hal-hal lain yang menjadi kepentingan bersama.”




