BANDUNG – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan wilayah Lombok khususnya bagian timur dan utara masuk dalam kawasan rawan terjadi gempa bumi dengan potensi goncangan mencapai 7-8 Modified Mercalli Intensity.
Kepala PVMBG Bandung, Kasbani mengatakan gempa yang terjadi di Lombok disebabkan patahan aktif Flores Back Arc di lereng utara Gunung Rinjani dengan titik pusat berada di daratan.
Berdasarkan peta geologi, dataran pulau Lombok tersusun oleh endapan kuarter berupa dominan batuan rombakan gunung api muda yang telah mengalami pelapukan.
Batuan rombakan gunung api muda yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat urai, lepas, belum kompak. Hal itu memperkuat goncangan sehingga rawan terhadap gempabumi.
“Terutama daerah-daerah tersusun dari batuan vulkanik, tentunya banyak rekahan-rekahan. Ini patahannya tidak satu, karena kelompok sesar naik ada di situ,” kata dia, dikutip Antara.
Salah satu daerah yang masuk zona rawan yakni di Kecamatan Sembalun. Daerah tersebut tersusun dari batuan vulkanik yang memiliki banyak rekahan-rekahan berpotensi longsoran.
Meski begitu, PVMBG tetap mengimbau masyarakat untuk tenang. Berbagai langkah penanganan termasuk mitigasi bencana akan dilakukan guna mengantisipasi dampak buruk akibat bencana gempa bumi.





