Rehabilitasi Pascagempa Lombok Dituntaskan Paling Lambat Tahun 2020

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas publik serta rumah masyarakat pascagempa yang mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), akan tuntas paling lambat 2020.

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Harmensyah mengatakan pada Agustus 2018 tahap pendataan diselesaikan, dan September 2018 pihaknya akan rapat koordinasi rencana aksi rekonstruksi tingkat pusat.

Pada Desember 2018 itu selesai pemulihan sarana dan prasarana vital seperti sekolah, rumah sakit, dan lain sebagainya.

“Sisa-sisanya di 2020, kita mengharapkan pemulihan pascabencana selesai,” ujar dia, di Jakarta.

Ia mengatakan BNPB saat ini sudah mencairkan Dana Siap Pakai (DSP) yang telah dimasukkan ke dalam 12 ribuan buku rekening di BRI. Namun demikian, kata Harmensyah, dana tersebut belum bisa langsung dipakai oleh masyarakat karena akan diberikan pendampingan agar tidak salah dalam penggunannya.

“Termasuk rumah-rumah masyarakat yang rusak juga kita ambilkan dari DSP. Namun mekanisme pencairannya harus jelas, sehingga dana yang diberikan ke masyarakat itu menjadi rumah, bukan jadi motor atau yang lain-lainnya. Jadi ada tahapan-tahapan yang perlu dilakukan,” ujarnya, dilansir antara.

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini berdasarkan hasil pengkajian BNPB untuk kebutuhan pascabencana di Lombok diperkirakan membutuhkan anggaran Rp 8,8 triliun.

Advertisement