Anggota DPD : Kampung Anti Narkoba Bukan Hanya Simbol Perlawanan

ilustrasi

Jakarta-Belakangan ini di Jakarta terjadi perlawanan pengedar narkoba terhadap aparat polisi. Bahkan penggerebekan di sebuah rumah yang diduga bandar narkoba di wilayah Matraman, Jakarta Timur mengakibatkan seorang polisi meninggal dan polisi lainnya luka-luka.

Sementara selang sehari, dua orang anggota Polres Jakarta Barat ditembak saat melakukan penggerebekan narkoba di kawasan Koja, Jakarta Utara.

Anggota DPD Jakarta Fahira Idris mengatakan, sudah menjadi rahasia umum di Jakarta masih terdapat kantong-kantong peredaran narkoba, di mana dalam satu lingkungan terdapat bandar, pengedar, dan pemakai menjalankan bisnis narkoba.

“Untuk itu, warga harus diberi advokasi untuk bergerak bersama memberantas narkoba melalui pendirian kampung-kampung anti narkoba,”kata Fahira yang juga Wakil ketua Komite III DPD ini dalam rilisnya kepada wartawan Jumat (22/1).

Fahira menambahkan, semasif apapun polisi menangkapi bandar narkoba di Jakarta, peredarannya akan tetap ada, jika masyarakat tidak ikut bergerak.

“Kampung Anti Narkoba bukan hanya simbol perlawan terhadap narkoba, tetapi di dalamnya ada proses penyadaran bahwa keamanan dan kondusivitas lingkungan adalah tanggung jawab warga,”imbuhnya.

Karena itu lah, lanjut Fahira, pemahaman warga terhadap bahaya dan peredaran narkoba harus dikuatkan. Latih warga agar bisa mengetahui gejala pengguna maupun ciri orang yang berisiko tinggi menjadi bandar, pengedar dan pengguna narkoba.

Advertisement