
TEMUAN 166 jasad di sebuah kuburan massal di Negara Bagian Veracruz, Meksiko Timur, Kamis lalu (6/9) mencerminkan keras dan brutalnya perang melawan kartel narkoba atau obat bius yang dilancarkan oleh pemerintah negara itu sejak satu sejak 2006.
Jaksa Meksiko Jorge Winckler mengungkapkan, tim penyelidik telah menemukan 200 potong pakaian, 144 kartu identitas dan barang-barang pribadi lainnya sejak penggalian lokasi tersebut 8 Agustus lalu. Pihak berwenang mengoperasikan drone dan radar yang mampu memindai lapisan tanah untuk membantu menemukan jenasah serta menyisir lokas kuburan massal yang berada di tengah vegetasi tebal itu.
Diperkirakan sekitar 200.000 orang tewas akibat gelombang aksi kekerasan sejak pemerintah mengerahkan pasukannya untuk memerangi kartel dan tahun lalu saja tercatat 28.700 orang terbunuh dan 37.000 orang dilaporkan hilang akibat bentrok antaranggota kartel obat bius atau antara kartel dengan pasukan pemerintah.
Tertangkapnya bos kartel Sinaloa, Joaquin Archivaldo Guzman Loera alias El-Chapo oleh satuan marinir Meksiko Januari 2016,kemudian diaktradisi ke Amerika Serikat Januari 2017 merupakan kisah sukses yang dicapai negara itu dalam perang melawan kartel narkoba.
Sebelumnya El-Chapo kabur dari penjara Meksiko di Puente Grande, Januari 2001 melalui terowongan di bawah tanah sepanjang 1,7 Km yang digangsir oleh komplotannya dan dari penjara Altiplano, Juli 2015 dengan bersembunyi di kereta pengangkut cucian pakaian kotor.
El-Chapo sebelumnya malang-melintang di kawasan Amerika Latin dan AS berkali-kali lolos dari kejaran aparat keamanan atau kabur dari penjara akibat persekongkolannya dengan sejumlah pejabat setempat. Ia pertama kali dibui selama 20 tahun di Guatemala karena kasus pembunuhan dan perdagangan narkoba.
Kartel Sinaloa pimpinan El-Chapo memasok berton-ton kokain terutama dari Kolombia melalui Meksiko dan berakhir di AS sebagai konsumen besar dunia, lengkap dengan pos-pos distribusi di seluruh negara itu. Eropa dan Amerika Utara juga menjadi pasar jaringan perdagangan metamfetamin, ganja, ekstasi dan heroin yang dikelola El-Chapo.
Bisa dibayangkan, El-Chapo mengendalikan sekitar 40 sampai 60 persen perdagangan narkoba di negara itu dengan pendapatan sekitar tiga milyar dolar AS dari seluruhnya antara 19-29 milyar dollar AS omzet penjualan obat-obatan terlarang di AS.
Veracruz sendiri yang merupakan kota pelabuhan terbesar di Meksiko dengan sekitar tujuh juta penduduknya memiliki sejarah kelam dari pejabatnya yang korup dan persaingan mengerikan antarkartel obat bius.
Gubernur Veracruz sendiri, Javier Duarte saat ini masih meringkuk di penjara atas tuduhan korupsi dan pelanggaran HAM, begitu pula dua mantan kepala polisi setempat dan sejumlah pejabat negara bagian itu yang dituduh melakukan kekerasan, penculikan dan pembunuhan atas lawan-lawan politik mereka.
Duarte dituduh menggelapkan ratusan juta dolar AS dana publik yang dibelikan properti mewah di Miami, AS sehingga memberikan andil membuat Meksiko yang dulu kaya-raya, diambang kebangkrutan. Untuk mempertahankan pengaruhnya, Duerte tidak segan-segan menghabisi lawan-lawannya sehingga hingga kini masih ada sekitar 3.600 orang belum ditemukan di Veracruz.
Wilayah segitiga emas di pegunungan Sierra Madre di Meksiko yang membentang luas dan terisolasi menjadi lokasi produksi merijuana dan opium terbesar di Amerika Latin. (AFP/NS)




