68 Tewas Akibat Bom di Kerumunan Demonstran Afghanistan

Ilustrasi Ledakan di Kabul, Minggu (22/4/2018)/ AFP

AFGHANISTAN – Jumlah korban tewas akibat serangan bom bunuh diri pada demonstrasi di provinsi Nangarhar, Afghanistan timur, Selasa (11/9/2018)  telah meningkat menjadi 68, dan 165 orang terluka.

Juru bicara gubernur provinsi, Attaullah Khogyani, merilis jumlah korban yang terbaru pada hari Rabu (12/9/2018) setelah perkiraan sebelumnya menyebutkan jumlah korban tewas sebanyak 32 orang.

Puluhan demonstran telah memblokir jalan raya antara ibukota provinsi Jalalabad dan penyeberangan perbatasan penting dengan Pakistan.

Para pengunjuk rasa datang dari distrik Achin untuk menuntut pemindahan komandan polisi setempat.

Serangan itu adalah salah satu yang terburuk di Afghanistan selama berbulan-bulan tetapi para pejabat keamanan telah memperingatkan bahwa serangan serupa kemungkinan jika orang banyak berkumpul untuk kampanye sebelum pemilihan parlemen pada bulan Oktober.

“Ledakan itu terjadi dan saya menemukan diri saya dikelilingi oleh darah dan daging,” kata Zar Khan, salah satu yang terluka, kepada kantor berita AFP.

Serangan bunuh diri yang mematikan itu terjadi beberapa jam setelah beberapa pengeboman menghantam sekolah-sekolah di Jalalabad.

Taliban membantah terlibat dalam serangan itu dan tidak ada kelompok lain yang mengaku bertanggung jawab atas kekerasan itu.

Nangarhar telah menjadi benteng utama pejuang Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) ISIS sejak awal 2015.

Advertisement