SUDAN – Banjir di Sudan telah menghancurkan 33 desa dan menelantarkan 10.000 keluarga di provinsi timur Gedaref di negara itu.
Banjir telah menghantam seluruh negeri selama beberapa bulan terakhir, yang disebabkan oleh hujan yang terus menerus dari musim hujan tahunan. Banjir musim ini, menjadi yang terburuk dalamĀ 25 tahun, yang menghancurkan banyak infrastruktur termasuk klinik, rumah sakit, dan sekolah, serta transportasi yang terganggu oleh jalan yang rusak.
Mirghani Saleh, Gubernur negara bagian provinsi Gedaref, melaporkan bahwa banjir telah merusak ribuan hektar lahan pertanian dan membunuh ribuan ternak.
Dalam sebuah pernyataan kepadaĀ Anadolu Kamis (13/9/2018), Saleh mengatakan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menyediakan tempat tinggal bagi mereka,Ā warga yang terkena dampak dan keluarga yang terlantar.
Pada akhir Agustus, 48 āāorang tewas akibat banjir dan lebih dari 500.000 orang terkena dampaknya. Situasi di wilayah sekitar ibu kota Khartoum sangat buruk, dengan lebih dari 15.000 rumah hancur dan setidaknya 25.000 orang lain di seluruh negeri tidak bisa dihuni.
Ada juga kekhawatiran mengenai potensi penyebaran penyakit dan dampak banjir pada perawatan kesehatan. Dengan jatuhnya lebih dari 53.000 jamban dan fasilitas toilet, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan peningkatan kasus malaria.





