Puluhan Tewas Akibat Kolera, Zimbabwe Nyatakan Keadaan Darurat

Ilustrasi/ Anadolu

ZIMBABWE – Zimbabwe menyatakan keadaan darurat di Harare menyusul tewasnya 20 orang dan lebih dari 2.000 kasus terkait penyakit yang ditularkan lewat air seperti salmonela, tipus, dan kolera.

Menteri Kesehatan baru Zimbabwe, Obadiah Moyo mengatakan jika pasokan air yang minim, saluran pembuangan yang tersumbat, dan pengelolaan limbah yang buruk, menyebabkan wabah kolera di Ibu Kota, Harare, semakin parah.

“Jumlahnya semakin banyak setiap hari, dan hingga kini, terdapat lebih dari 2.000 kasus, dan total ada 20 kematian. Kami mencari solusi atas masalah ini. Kami telah meminta mitra-mitra dari PBB untuk memberi kami bantuan,” kata Moyo, dikutip VOA.

“Kami menyatakan keadaan darurat di Harare. Ini akan memungkinkan kami mengendalikan kolera, tipus dan apapun yang sedang terjadi, untuk mengatasi masalahnya secepat mungkin.”

Moyo menyatakan keadaan darurat itu dalam sebuah kunjungan ke sebuah kamp pengobatan kolera sementara di Harare.

Dia mengatakan sejumlah sekolah di wilayah yang terkena dampaknya, telah ditutup sementara setelah dua siswa meninggal dunia.

Wabah kolera pada 2008 di Zimbabwe berlangsung selama lebih dari setahun dan menewaskan sekitar 5.000 orang. Wabah itu baru berhenti setelah kelompok-kelompok internasional seperti badan-badan PBB dan USAID menyumbang obat-obatan dan bahan kimia pengolah air

Advertisement