BANDUNG – Wilayah Jabar Selatan adalah salah satu wilayah yang rawan bencana gempa bumi dan tsunami, yang bersumber dari zona megathrust di Selatan Jawa Barat.
Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar mengatakan sumber gempa bumi tersebut dapat membangkitkan tsunami. Apalagi sejarah tsunami pernah terjadi di wilayah selatan Jabar.
“Kita harus waspada dengan adanya sejarah tersebut. Karena akan terjadi. Namun, waktunya yang tidak pernah bisa diperkirakan,” kata Rudy, mengutip PR, Kamis (4/10/2018).
Dia membeberkan ada tiga peristiwa gempa bumi tsunami di wilayah selatan Jabar. Pada 11 September 1921, tercatat ada tsunami di Pangandaran. Berikutnya, masih di Pangandaran, terjadi tsunami pada 17 Juli 2006. Kekuatan gempa yang diikuti tsunami tersebut sebesar 7,7 skala richter, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa hingga 550 orang.
Sementara bencana tsunami terakhir terjadi pada 2 September 2009, dengan kekuatan 7,3 SR. Sebanyak 82 orang dinyatakan menjadi korban jiwa.
Rudy mengatakan sejarah tersebut harus diantisipasi dengan upaya mitigasi.
Rudy menyebutkan pihaknya telah membuat Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi di Jabar.Selain itu, telah disiapkan juga peta KRB tsunami di empat lokasi di Pulau Jawa bagian selatan antara lain Teluk Pelabuhan Ratu, Pangandaran, Cilacap, dan Purworejo.





