GAZA – Selama lebih dari enam bulan, warga Palestina di Jalur Gaza telah melakukan protes di sepanjang perbatasan dengan Israel menuntut hak mereka mendapatkan tanah setelah diusir sejak 70 tahun yang lalu.
Demonstrasi memuncak pada 15 Mei, namun demonstrasi mingguan yang digelar setiap Jumat masih tetap berlangsung hingga Jumat kemarin.
Sejak protes dimulai pada 30 Maret, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 210 warga Palestina di daerah kantong yang terkepung dan melukai lebih dari 18.000 orang, menurut pejabat kesehatan di Gaza.
Sementara pada Jumat (25/10/2018), pasukan Israel telah menembakkan peluru tajam dan peluru karet berlapis baja ke arah warga Palestina dan menewaskan sedikitnya lima dari mereka dan melukai 170 lainnya.
Ashraf al-Qifra, juru bicara kementerian kesehatan di Gaza, mengatakan lima orang yang tewas beridentitas Ayesh Sha’th (23), Saeed Abu Lebdeh (22), Nassar Abu Taym (23) dan Mohammad Abdul-Nabi (27) dan Jabir Abu Hameesa (27).
Beberapa dari mereka yang terluka dibawa ke rumah sakit untuk perawatan, sementara yang lain mendapat bantuan medis di klinik lapangan di sepanjang perbatasan.





