BANDUNG – Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bandung Barat, Dicky Maulana mengungkapkan kejadian longsor sudah terjadi di sejumlah titik di Bandung, Jawa Barat.
Misalnya di objek wisata Sanghyang Heuleut, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat yang rusak parah karena tertimpa bongkahan batu.
Menurutnya, tidak ada korban jiwa namun objek wisata Sanghyang Heuleut sementara ditutup untuk menghindari kejadian serupa.
“Longsoran batu menimpa warung. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan luka, kejadiannya hari Sabtu (3/11),” katanya, Selasa (6/11/2018).
Selain itu, bencana longsor terjadi di Kampung Cinangka, Desa Buninegara, Kecamatan Gununghalu di dua titik pada Minggu (4/11/2018), longsor tersebut mengancam sebuah masjid dan rumah warga.
Anggota BPBD telah melakukan assessment, dibantu warga, petugas membersihkan material longsoran.
Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Agus Rudianto, dikutip Republika, mengungkapkan sebanyak 15 kecamatan di Bandung Barat terdapat titik-titik yang berpotensi mengalami bencana tanah longsor. Salah satu yang paling rawan alias zona merah berada di Gununghalu.
Ia mengimbau kepada masyarakat di musim penghujan yang berada di wilayah rawan longsor dan bencana untuk berhati-hati. Ketika terdapat potensi bencana longsor diharapkan masyarakat bisa melaporkan hal tersebut kepada aparat kewilayahan.





