WAKATOBI – Berbagai jenis plastik seberat total 5,9 kilogram ditemukan di perut seekor paus yang terdampar di Perairan Pulau Kapota Resort Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi.
Kasubag TU Balai Taman Nasional Wakatobi, Laode Ahyar, mengatakan bangkai ikan paus yang terdampar sudah dikuburkan.
Dari hasil identifikasi isi perut ikan paus yang dilakukan di kampus Akademi Komunitas Perikanan dan Kelautan Wakatobi disebutkan bahwa perut ikan paus tersebut berisi sampah dari berbagai jenis dengan berat total 5,9 Kg.
Sampah yang ada di dalam perut ikan paus tersebut, menurut dia, terdiri dari sampah gelas plastik 750 gram (115 buah), plastik keras 140 gram (19 buah), botol plastik 150 gram (empat buah), kantong plastik 260 gram (25 buah), serpihan kayu 740 gram (enam potong), sandal jepit 270 gram (dua buah), karung nilon 200 gram (satu potong), tali rafia 3.260 gram (lebih dari 1.000 potong).
Kepala Seksi Konservasi BKSDA Provinsi Sultra, Darman, ketika dihubungi Antara di Kendari, Rabu (21/11/2018), menyatakan ikan paus yang terdampar di Wakatobi tersebut sudah dikuburkan dengan melibatkan banyak pihak.
Ikan paus ini ditemukan terdampar di perairan Pulau Kapota pada Senin (19/11/2018) sekitar pukul 08.00 Wita dalam kondisi sudah mati dan mulai membusuk.




