Bekerja di Villa Pantai Carita, Satu Keluarga Asal Garut Jadi Korban Tsunami

Salah satu villa ddi Pantai Carita yang hancur akibat tsunami/ Antara

GARUT – Empat orang warga Garut dilaporkan menjadi korban tsunami yang terjadi di Banten, dan bekerja mengelola villa di kawasan Pantai Carita.

Keempatnya merupakan satu keluarga yang berasal dari Kampung Pasirjengjing, RT 02 RW 3, Desa Simpangsari, Kecamatan Cisurupan.

Kepastian adanya empat warga Garut yang menjadi korban tsunami Selat Sunda itu diungkapkan Empar Suparman yang merupakan keluarga korban. Mereka terdiri dari sepasang suami isteri bernama Komarudin (47) dan Ita Rosita (45), serta dua orang keponakanya yakni Hanhan (22) dan Wawan (35).

Menurutnya, empat anggota keluarganya tersebut bekerja mengelola vila yang berada di kawasan Pantai Carita sejak enam tahun lalu. Namun demikian Komarudin dan Rosita masih sering pulang ke kampung halamannya, karena anak mereka berada di Garut.

Minggu (23/12/2018) Empar memutuskan untuk berangkat langsung ke Banten guna memastikan nasib empat anggota keluarganya, karena tidak dapat dihubungi lewat telepon.

Benar saja, sesampainya di kawasan Pantai Carita, Empar melihat vila tempat empat anggota keluarganya bekerja nyaris rata dengan tanah. Berdasarkan informasi yang diterimanya, empat anggota keluarganya itu memang menjadi korban dan saat itu telah berada di Rumah Sakit Umum Pandeglang

Setibanya di rumah sakit ia mendapatkan Komaridin bersama dua keponakannya, yakni Hanhan dan Wawan tengah menjalani perawatan karena mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan serta. Sedangkan Ita Rosita, nasibnya lebih malang, ia tewas seketika setelah tertimpa reruntuhan.

“Kami sangat prihatin sekaligus sedih dengan nasib yang menimpa empat anggota keluarga yang menjadi korban tsunami di Banten, terutama Ita yang meninggal. Namun kami pasrah karena sadar hal ini sudah takdir dari Allah yang tak bisa kami tolak,” ucap Empar, dikutip PR.

Ketiga anggota keluarganya yang mengalami luka, tambah Empar, saat ini masih menjalani perawatan di RSU Pandeglang.

Sedangkan jasad Rosita, rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya di Cisurupan Garut, dan saat ini masih menunggu proses pemulangan.

 

Advertisement