LAMPUNG – Ratusan warga yang menjadi korban tsunami Lampung di Lampung Selatan, Provinsi Lampung mengungsi di kebun cengkeh yang berada di bawah kaki Gunung Rajabasa.
Salah seorang pengungsi, Jahidin mengatakan warga merasa aman di kebun cengkeh tersebut walaupun tidak nyaman karena pengungsian dibuat seadanya dengan beratapkan terpal yang terpenting lokasinya berada di atas dan jauh dari pantai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga yang memilih mengungsi di kebun cengkeh tersebut berjumlah sekitar 200 jiwa dari 56 kepala keluarga. Bahkan setiap harinya jumlah warga yang mengungsi di Desa Waymulli terus bertambah.
Pengungsi lainnya, Idoh Mafrudoh mengatakan dirinya dan dua orang anaknya sudah lima hari bertahan di tempat pengungsian yang dibuka oleh warga ini. Bahkan jika ingin mandi atau buang air, hanya bisa dilakukan di lokasi karena di tempat pengungsian ini tidak ada WC umum. Jaraknya yang jauh dari rumah warga serta berada di ketinggian.
“Kalau untuk mengambil bantuan ada suami yang turun sesekali jika persediaan makanan habis dan mengambilnya ke posko utama yang ada di SMAN 1 Rajabasa,” kata Idoh, dilansir Tempo, Jumat (28/12/2018).
Pihak relawan, dokter dan lembaga lainnya sudah membujuk agar mereka mau pindah ke lokasi yang lebih nyaman dan aman seperti rumah sakit. Apalagi di kebun tersebut warga rawan terserang malaria karena banyak nyamuk.





