SURIAH – Sebanyak 32.000 warga sipil yang tinggal di tenda-tenda di sepanjang perbatasan Turki-Suriah sedang menunggu bantuan kemanusiaan setelah dilanda hujan deras yang merusak tenda pengungsian mereka.
Sejak 22 Desember, setidaknya 22 kamp pengungsi dilanda banjir dan 67 lainnya terkena hujan lebat di wilayah kamp Atme, menurut data yang dikumpulkan oleh Koordinator Intervensi Suriah, sebuah LSM lokal yang ditujukan untuk membantu warga sipil.
Sebanyak 220 tenda telah dibongkar dan 550 tenda masih berdiri namun dilanda banjir.
Um Huseyin, seorang penduduk kamp, mengatakan bahwa dia dan istrinya diselamatkan dengan bantuan tetangga mereka.
“Saat ini kami tinggal di masjid. Tetangga kami membawakan kami sarapan. Bahkan pakaian yang saya kenakan sekarang berasal dari tetangga. Saya kedinginan, “katanya.
Huda Kasim, ibu dari anak berusia 4 bulan, mengatakan bahwa mereka juga berlindung di masjid bersama dengan 25 keluarga lainnya. “Kami kelaparan,” katanya.
Seorang warga lainnya, Halit Abdo, 70, mengatakan bahwa ia menyelamatkan anak-anaknya dari banjir dengan menggendong mereka di punggungnya.
Dia mengatakan jika permukaan air naik menjadi dua meter.
Usma Kasim mengatakan bahwa salah satu kebutuhan utama di kamp adalah tenda. “Obat-obatan, paket makanan, dan selimut” adalah kebutuhan mendesak lainnya, tambahnya.





