LAMPUNG – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, menurun meski masih terus aktif meletus (erupsi).
Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan mengatakan masyarakat tak perlu resah, namun tetap waspada.
Andi Suardi menyatakan, kendati masih terus aktif mengeluarkan letusan beserta material di dalamnya, dalam beberapa waktu terakhir hingga Jumat sore tidak terdengar lagi suara dentuman atau gemuruh dari GAK, seperti terjadi sebelumnya.
“Sampai Jumat sore ini aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tetap aktif, namun tidak terdengar lagi suara dentuman keras,” katanya, dikutip Antara.
Dia membenarkan peralatan pantau aktivitas GAK itu yang berada di gunung api di dalam laut ini masih mengalami kerusakan dan menunggu perbaikan, sembari memastikan petugas dapat mendarat di lokasi gunung ini.
“Bagaimana kami ke sana, sementara kami mengimbau masyarakat menjauhi pada radius 5 km dari kawahnya,” tambah dia.
Diharapkan kerusakan peralatan itu segera diperbaiki sambil menunggu petugas bisa mendarat di lokasi gunung itu. Namun pengamatan aktivitasnya masih dapat dilakukan dari pos pantau Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Carita (Banten).





