
PADANG (KBK) – Dusun Tubeket, Desa Makolok, Pagai Selatan, Mentawai, dapat ditempuh dengan mengarungi Samudera Hindia selama 12-15 jam, dari kota Padang, Sumatera Barat.
Penduduk setempat, merupakan Suku Mentawai, masih pekat dengan adat budayanya dari suku asli pedalaman. Sistem kepercayaannya masih dominan menganut animisme.
Tubeket sendiri mulai dihuni di tahun 1950-an. Kedatangan sembilan KK muslim mengubah pola kepercayaan sehingga terbentuklah kependudukan Tubeket yang keseluruhannya memeluk Islam.
Kebijakan arif lokal Tokoh Islam, turut menjaga keislaman di Tubeket. Lewat beberapa peraturan yang mencegah pembauran muslim dan non-muslim. Misalnya, pernikahan lintas agama di Tubeket diizinkan dengan syarat pelakunya tidak tinggal di Tubeket.
“Jika ada yang ingin menjadi warga dusun Tubeket, maka ia harus memeluk Islam sebagai agamanya,” tutur Tokoh Agama setempat, Firman Samofo.
Kehidupan warganya sangat sederhana. Mulai dari berladang padi dan sagu, dengan tingkat perekonomian rata-rata. Semenjak tahun 2012 sebanyak 30 orang anak Tubeket dititipkan di Panti Asuhan Darul Umum Sikakap. Pendidikan tertinggi hanya hingga kelas 3 SD, jika ingin melanjutkan pendidikan ke kelas 4 dan seterusnya, mereka harus menuju Sikakap.
Saat ini warga Tubeket Butuh Iqra dan Alquran dan keluarga besar Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZIS) Badan Kesejahteraan Karyawan PT. PLN, bersedia memenuhi kebutuhan tersebut.
Lembaga ini mengumpulkan zakat penghasilan karyawan yang dihimpun setiap bulan. Total donasi senilai empat juta rupiah digunakan untuk pengadaan 47 paket Alquran Firdaus terjemahan per kata, Alquran Al-Wasim, Kitab Doa dan Dzikir sebanyak 12 jilid, serta Iqra’ 5 dan 6 masing-masing sebanyak 25 buah.
Al Quran tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Tubeket yang bercita-cita melahirkan generasi penghafal Alquran.
“Dengan adanya sedikit sumbangan dari kami semoga program dakwah yang terlaksana semakin memajukan perkembangan Islam di Tubeket. Semangat terus untuk generasi penerus penggiat dakwah di sana,” apresiasi mendalam diberikan oleh Manager LAZIS PT. PLN Cab. Padang, Irbar, dalam penyerahan donasi yang dilaksanakan di Kantor PT. PLN Area Padang, Jl. S. Parman No. 221 Gedung A Padang, awal Pebruari 2016 lalu.
Didampingi Bujang Kasim (Sekretaris), Maldi Gandri (Bendahara) ,Lukmanul Hakim (Staff Sekretariat LAZIS), Ibrar memaparkan harapannya agar kegiatan dakwah di Tubeket yang dibina Dompet Dhuafa Singgalang, dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Salut kita sama anak-anak muda di Dompet Dhuafa Singgalang yang mampu berkiprah dalam sosial kemanusiaan di Sumatera Barat. Karena generasi muda lah yang bisa menuntun peradaban Islam dapat tumbuh dan bertahan dari pengaruh budaya asing yang kini semakin memperburuk kuaitas Islam, semoga terbentuk kader-kader dakwah di daerah lain nantinya, insyaAllah kami siap mendukung,” pungkas beliau. – Annisa Aulia



