YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta kembali mencatat Gunung Merapi muntahkan lava pijar pada Selasa (15/1/2019) ke hulu Kali Gendol.
BPPTKG menyebutkan berdasarkan hasil pengamatan mulai pukul 00.00-06.00 WIB teramati guguran lava pijar ke arah tenggara Gunung Merapi sebanyak dua kali dengan jarak luncur 300-500 meter ke hulu Kali Gendol.
Selama mengamati gunung api tersebut, BPPTKG juga mencatat 7 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-30 milimeter yang berlangsung selama 11.48 sampai 63.6 detik, gempa hembusan 2 kali dengan amplitudo 3.5-12.5 milimeter yang berlangsung selama 17.3 sampai 18.36 detik, dan gempa low frekuensi 1 kali dengan amplitudo 5 milimeter, berlangsung 15.28 detik.
Antara melansir, berdasarkan analisis morfologi kubah lava Gunung Merapi yang terakhir dirilis BPPTKG, volume kubah lava mencapai 439.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan mencapai 3.400 meter kubik per hari atau lebih kecil dari pekan sebelumnya.
Saat ini kubah lava masih stabil dengan laju pertumbuhan yang masih rendah, rata-rata kurang dari 20.000 meter kubik per hari.
Mengacu pada data aktivitas vulkanik Merapi, hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada dan warga diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.





