Israel Larang Ratusan Jamaah Palestina Masuki Masjid Al Aqsa

Ilustrasi bentrokan warga Palestina dengan pasukan Israel di Masjid Al Aqsa

YERUSALEM – Sebuah laporan oleh organisasi non-pemerintah Palestina mengatakan Israel telah melarang 133 warga Palestina memasuki masjid Al-Aqsa di Yerusalem selama bulanĀ  Februari.

Dalam laporan terbarunya, yang dikutip Anadolu, Pusat Informasi Wadi Hilweh yang bermarkas di Yerusalem mengatakan Sheikh Abdul-Azim Salhab, yang mengepalai Dewan Wakaf Yerusalem, dan Sheikh Najeh Bkerat, wakil direktur Wakaf Muslim dan Urusan Al-Aqsa, termasuk di antara mereka yang dilarang memasuki kompleks masjid.

Pada hari Minggu, Salhab dilarang memasuki Al-Aqsa selama 40 hari, sementara Bkerat dilarang untuk periode empat bulan.

Larangan itu diumumkan seminggu setelah polisi Israel secara singkat menahan kedua pria itu setelah menyerbu rumah mereka di Yerusalem.

Laporan tersebut juga mengatakan 229 orang juga ditangkap pada bulan yang sama.

Ketegangan meningkat di Yerusalem sejak akhir bulan lalu, ketika Israel menyegel Gerbang Masjid Al-Rahma, yang terletak berdekatan dengan tembok timur Kota Tua Yerusalem, yang memicu demonstrasi kemarahan oleh warga Palestina.

Bagi umat Islam, Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga di dunia setelah Mekah dan Madinah. Orang-orang Yahudi menyebut daerah itu sebagai “Kuil Gunung”, mengklaim itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel 1967. Itu menganeksasi seluruh kota pada tahun 1980 dalam suatu langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

Advertisement