Ribuan Warga di Tripoli Melarikan Diri dan Mulai Menimbun Makanan dan Bahan Bakar

Anggota Tentara Nasional Libya (LNA), yang diperintahkan oleh Haftar, keluar dari Benghazi untuk memperkuat pasukan yang maju ke Tripoli/ Reuters

LIBYA – Khawatir bahwa pertempuran besar-besaran bisa pecah, penduduk kota Tripoli melarikan diri danĀ  telah mulai menimbun makanan dan bahan bakar.

Kantor kemanusiaan PBB mengatakan dalam sebuah laporan baru jika sekitar 2.200 orang telah melarikan diri dari pertempuran di selatan Tripoli sejak 4 April.

“Penduduk sipil di beberapa daerah yang terkena dampak perang tidak dapat melarikan diri dari daerah itu dan layanan darurat tidak dapat menjangkau mereka,” kata laporan itu.

“Pengerahan pasukan yang meningkat dengan cepat berpotensi menghasilkan perpindahan penduduk yang signifikan,” katanya.

Setidaknya 35 orang, termasuk warga sipil, telah tewas di kedua belah pihak sejak Haftar melancarkan ofensifnya empat hari lalu.

Kementerian kesehatan pemerintah berbasis di Tripoli mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa setidaknya 21 orang tewas, termasuk seorang dokter, dan 27 lainnya terluka.

Ahmed al-Mesmari, juru bicara pasukan Haftar, mengatakan pada hari Sabtu bahwa 14 tentara tewas.

GNA mengendalikan Tripoli, yang terletak di barat laut Libya, sementara LNA bersekutu dengan pemerintahan paralel yang berbasis di timur negara kaya minyak itu, yang terpecah menjadi tambalan pangkalan-pangkalan kekuatan yang bersaing setelah penggulingan mantan pemimpin Muammar Gaddafi pada 2011.

Pada hari Minggu, militer AS mengatakan telah menarik sementara pasukannya keluar dari Libya di tengah meningkatnya pertempuran di negara Afrika Utara.

“Karena meningkatnya kerusuhan di Libya, sebuah kontingen pasukan AS yang mendukung Komando Afrika AS sementara dipindahkan dari negara itu dalam menanggapi kondisi keamanan di lapangan,” katanya, dilansir Aljazeera.

 

Advertisement