JAKARTA – Namanya Taswi (60), ia hidup sebatang kara di rumah reyot miliknya yang hampir roboh di Desa Luwungbata, RT 03/RW 04, Tanjung, Brebes, Jawa Tengah. Sehari-hari Taswi hanya mengandalkan belas kasih dari tetangga dan kerabatnya.
Rumah janda tanpa anak itu sebagian terbuat dari bambu. Atapnya hanya memiliki panjang 4×6 meter. Kondisinya hampir roboh. Sementara itu, dinding bagian belakang rumahnya sudah mulai harus disangga kayu, karena posisinya miring.
Taswi mengatakan, rumah yang berdiri 30 tahun lalu tersebut, hingga saat ini, belum ada dilakukan perbaikan. Kondisi lebih memilukan lagi, setelah sepeninggal suaminya, ia hidup sebatang kara, sehingga tidak mampu untuk memperbaiki rumahnya.
“Nggih (iya) pingine (ingin) diperbaiki, tapi mboten wonten modal (tidak punya uang),” kata nenek Taswi seperti dilansir Tribun Jateng (12/4).
Selain hampir roboh, rumah yang terbuat dari bambu itu juga sudah tidak layak huni. Atap rumah berlantai tanah tersebut sudah berlubang. Saat hujan, airnya bisa masuk ke dalam rumah.





