Perayaan Idul Fitri Sejagat

Umat Islam sejagat merayakan Idul Fitri, Selasa atau Rabu (5 atau 6 Juni) termasuk di Mesjid Katedral, Moskow yang dihadiri lebih 1.000 jamaah

UMAT Islam sedunia termasuk warga negara Indonesia yang sedang berada di berbagai negeri, baik karena pekerjaan, menimba ilmu atau sekedar melancong, menyempatkan diri untuk merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1440 H yang merupakan hari kemenangan.

Di Kabul, ibukota negara Islam Afghanistan – negara yang dirundung konflik dan aksi teror – penduduk merayakan Idul Fitri bernuansa kesederhanaan, Selasa (4/6) berjalan-jalan di taman kota. Anak-anak naik komidi putar seperti di pinggiran kota Jakarta atau kota-kota kecil di Indonesia.

Sementara di Moskow, ibukota negara komunis Rusia, sekitar 10.000 warga muslim memadati Mesjid Katedral, Selasa, untuk mengikuti shalat Ied di bawah penjagaan ketat polisi yang berpatroli di sekitar lokasi.

Islam sebagai agama kedua terbesar di Rusia setelah Kristen Ortodoks, dipeluk oleh warga Rusia berasal dari negara-negara sempalan Uni Soviet di Asia Tengah seperti dari Azerbaizan, Chechnya, Kazakhstan dan Turkmenistan.

“Kami kemari untuk berdoa, tempatnya tidak penting, yang kami butuhkan adalah tempat untuk menghamparkan sajadah, berdoa kepada Tuhan, “ ujar seorang jemaah mesjid, Sivush Veriyef.

Saat ini ada sekitar 21 hingga 27 juta pemeluk agama Islam di Rusia atau sekitar 15 sampai 20 persen dari total 142 juta penduduk di negeri komunis itu.

Sedangkan di ibukota negara miskin di Afrika, Addis Ababa, ibukota Ethiopia dan ibukota negara tetangganya, Mogadishu di Somalia, ribuan jemaah berbondong-bondong menuju stadion sepak bola di kedua kota itu yang “disulap” menjadi mesjid untuk shalat Ied.

Di Bangladesh, negara di Asia Selatan yang mayoritas muslim, mirip di Indonesia, penduduk yang hendak mudik memadati terminal bus dan pelabuhan feri serta stasiun KA di ibukota, Dhaka.

Sistem transportasi yang buruk menyebabkan mereka berjubel-jubel di atas kendaraan umum tanpa mempedulikan keamanan. Menurut catatan, sepertiga dari 20 juta penduduk Dhaka mudik setiap Idul Adha dan Idhul Fitri.

Di negara jiran dan serumpun Malaysia, perayaan Idul Fitri juga mirip-mirip. Usai shalat Ied, Rabu (5/6), warga bersilaturrahmi dan melakukan “open house” di rumah masing-masing. Semua boleh datang, kerabat, tetangga bahkan siapa saja, termasuk warga non muslim bisa mencicipi hidangan yang disediakan tuan rumah.

Berbeda dengan di Indonesia dimana penerima sedekah harus antri, mereka menyambangi rumah-rumah warga dhuafa, membawa bingkisan, juga pemberian yang lebih bernilai seperti beasiswa dan bantuan lainnya.

Dari Kota Suci Mekkah, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud melalui twitter menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada seluruh umat Islam sedunia.

Pada hari yang sama (4/6) Raja Salman dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman serta sejumlah petinggi Kerajaan Arab Saudi melaksanakan Salat Idul Fitri di Masjidil Haram, Mekah.

Warga muslim Indonesia di luar negeri juga menyempatkan shalat Ied dan bersilaturrahmi seperti yang digelar di Kedubes RI di Kopenhagen, Denmark yang diikuti sekitar 200 orang. Ragam kuliner seperti ketupat sayur, rendang atau opor ayam mengobati kerinduan pada tanah air.

Di New York lain lagi. Sholat Ied yang digelar di Wisma Dubes RI di kawasan New Rochele (4/6) diikuti 1.500 peserta, sebagian WNI yang dan diaspora yang tinggal di kota-kota lainnya.

Selain temu kangen dan mempertebal silaturrahmi, acara tersebut juga mengobati kerinduan mereka pada menu-menu tradisional seperti bakso, sambel goreng atau lontong sayur yang jarang mereka temui di negeri Uncle Sam itu.

Shalat Ied di KBI Kuala Lumpur (5/6) diikuti lebih 1.000 WNI yang menetap, bekerja atau kebetulan sedang melancong di negara jiran itu. Sayangnya, ratusan WNI tidak bisa berlebaran karena ditahan di kantor detensi imigrasi karena pelanggaran izin tinggal.

Semoga Idul Fitri tahun ini membawa kemenangan bagi umat Islam di tanah air dan di dunia untuk meningkatkan toleransi dan persaudaraan dan menampilkan citra Islam yang rahmatan lillalamin.

.

Advertisement