HALMAHERA – Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan sulitnya akses menuju lokasi terdampak gempa bumi di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara menghambat penyaluran bantuan bagi para korban.
“Aksesnya hanya bisa ditempuh dari laut sedangkan kita tahu bahwa laut itu tergantung dari beberapa hal. Saat ini cuaca menjadi salah satu yang sangat mempengaruhi operasi kita membantu warga terdampak,” katanya.
Mensos mengatakan, pemerintah telah menyiapkan bantuan, hanya tinggal disalurkan ke lokasi terparah terdampak gempa magnitudo 7,2 yang mengguncang Halmahera Selatan pada Minggu (14/7/2019).
Ia menambahkan bahwa cuaca buruk yang menyebabkan gelombang tinggi menjadi salah satu faktor yang memperlambat penyaluran bantuan.
“Solusinya kita lakukan upaya persuasif kepada para pemilik kapal agar mereka berani untuk melaut membawa bantuan yang kita siapkan, tapi itu juga kita gak bisa memaksakan mereka,” katanya.
Salah satu solusi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), katanya, adalah dengan menggunakan helikopter namun itu juga tergantung dari baik buruknya cuaca.
Bantuan dari Kementerian Sosial sudah mulai masuk ke wilayah yang terdampak parah yaitu Gane Luar.
Mensos bersama Kepala BNPB Doni Monardo meninjau langsung Gane Luar dengan helikopter. Mensos berdialog dengan warga yang mengharapkan agar bantuan segera disalurkan.
Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba yang mendampingi Mensos mengakui bahwa cuaca buruk dari sertai ombak tinggi menjadi kendala dalam penyaluran bantuan.
“Memang kita terlambat tapi karena cuaca ombak, kalau ke Gane Luar aksesnya hanya dengan motor. Alhamdulillah dengan kehadiran Pak Menteri, Kepala BNPB berarti kami tidak sendirian,” katanya, dilansir Antara.





