BATU – Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochim mengatakan upaya pemadaman kebakaran hutan di lereng Gunung Panderman sejak Minggu (21/7/2019) malam terhambat medan yang cukup berat dan curam.
Penanganan dilakukan pada beberapa titik dan sebatas pemantauan, serta membuat sekat agar kobaran api tidak meluas.
Ditambahkannya, kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukan upaya pemadaman akibat curamnya medan tersebut, membuat Tim Gabungan Pemadaman Kebakaran Hutan Gunung Panderman menggunakan teknik bakar balik.
Teknik bakar balik adalah upaya lokalisasi api di suatu titik dengan cara membakar semak-semak yang bertujuan menghentikan rambatan api pada titik tersebut.
Rochim menjelaskan, selain curamnya medan di lereng Gunung Panderman tersebut, tidak semua personel yang dikerahkan untuk memadamkan api memiliki peralatan yang memadai, terutama peralatan pelindung diri.
“Tidak semua personel yang dikerahkan membawa peralatan yang memadai, terutama alah pelindung diri standar,” ujar Rochim, dikutip Antara, Senin (23/7/2019) malam.
Pemerintah Kota Batu telah memberikan pengarahan kepada Tim Gabungan Pemadaman Kebakaran Hutan Gunung Panderman. Kondisi terakhir, api yang membakar puncak Gunung Panderman sudah bisa dikendalikan, namun masih meninggalkan bara.
Rochim menambahkan, dengan masih adanya bara api tersebut, diperlukan langkah pembasahan supaya api bisa benar-benar padam dan tidak lagi berpotensi menyulut kebakaran. Jika metode pembasahan tidak memungkinkan untuk dilakukan, bisa dilakukan pencangkulan untuk memadamkan bara api.





