Rusak akibat Gempa Tiga Tahun Lalu, Sekolah di Tasikmalaya Belum Tersentuh Perbaikan

Ilustrasi

TASIKMALAYA – Sejumlah ruang kelas di SD Negeri Puspasari, Kampung Cipari, Desa Sundawenang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya mengalami kerusakan akibat gempa tiga tahun lalu, namun hingga kini tak tersentuh perbaikan.

Akibatnya, sebagian siswa pun terpaksa belajar di teras sekolah, bahkan siswa lain bertaruh nyawa dengan belajar di kelas yang rentan ambruk.

Kepala Sekolah SD Puspasari Agus Permana menuturkan, kerusakan bermula saat gempat melanda Tasikmalaya sekira 2-3 tahun lalu. Meskipun telah diusulkan berkali-kali ke Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, upaya perbaikan dan pembangunan ruang kelas baru tak kunjung dilakukan.

Perhatian pemerintah hanya sebatas saat gempa terjadi dan beberapa hari kemudian dengan meninjau lokasi. “Setelah itu tidak ada kelanjutan dan realisasi,” ucap Agus, pada Pikiran Rakyat, Rabu (24/7/2019).

Dari total 8 ruang kelas, 5 rusak berat dan 3 rusak ringan. Tiga ruang kelas bahkan sudah tak difungsikan guna kegiatan belajar.

Selain sudah tak memiliki atap, terdapat pula ruang-ruang kelas yang rentan ambruk lantaran kayu penyangga telah lapuk dengan kondisi tembok retak. Jamban sekolah dan rumah dinas kepala sekolah juga setali tiga uang.

Kegiatan belajar mengajar di tengah bangunan yang nyaris seluruhnya rusak menuai kekhawatiran Agus. “Takutnya gentingnya jatuh menimpa anak-anak,” ucapnya.

Kekhawatiran Agus tak berlebihan. Sejumlah siswa yang belajar di kelas tampak dinaungi plafon berlubang. Dengan kondisi kayu penyangga lapuk, kepala murid dan guru menjadi target empuk genting dan material lain yang jatuh.

Kondisi memilukan juga terjadi ketika hujan, karena air menerobos bagian atas bangunan yang rusak hingga mampu menjangkau ruang belajar. Akibatnya, jam belajar terganggu lantaran siswa mesti mengepel dulu ruangannya.

Bila hujan teramat besar, Agus tak akan mengambil risiko meneruskan proses belajar. “Kalau hujan besar (siswa) akan dipulangkan, daripada takut kecelakaan (bangunan ambruk),” ujarnya.

Advertisement