MYANMAR – Ratusan ribu pengungsi Rohingya berkumpul untuk memperingati dua tahun genosida yang dialami mereka dan membuat mereka harus melarikan diri ke negara tetangga, Bangladesh.
Aljaeera melaporkan, aksi damai yang juga dihadiri oleh para pejabat PBB, dilakukan di kamp Kutupalong di Cox Bazaar, Bangladesh, Minggu (25/8/2019).
Peringatan digelar setelah tiga hari sebelumnya para pengungsi memutuskan untuk tidak kembali ke Myanmar, meski rencana repatriasi telah dikonfirmasi dilakukan pada Kamis (22/8/2019).
Faktanya, pada hari tersebut tidak ada satupun rohingya yang ingin dikembalikan, dan untuk kedua kalinya rencana pengembalian pun gagal dilakukan.
Lebih dari sejuta Muslim Rohingya dari negara bagian Rakhine, Myanmar, kini hidup di Bangladesh selatan di permukiman pengungsi terbesar di dunia.
Kebanyakan dari mereka pergi untuk menghindari kekerasan yang dipimpin militer pada 2017 yang disebut PBB sebagai upaya genosida.





