LEBAK – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan krisis air bersih akibat kemarau panjang meluas hingga 16 kecamatan.
Dia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK) terpaksa masyarakat mencari air di aliran sungai. Selain itu juga warga membuat lubang-lubang di tepi sekitar aliran sungai guna menampung air.
Bahkan, di antaranya masyarakat memanfaatkan air kolam dengan kondisi berubah warna hingga hijau.
Sejumlah kecamatan yang mengalami krisis air bersih tersebar di Kecamatan Sajira, Cipanas, Bojongmanik, Leuwidamar, Cirinten, Warunggunung, Gunungkencana, Cigemblong, Cijaku, Cihara, Wanasalam, Panggarangan, Cimarga, Muncang, Bayah, Cilograng.
“Kami setiap hari mendistribusikan bantuan air bersih ke desa-desa yang dilanda krisis air bersih. Pendistribusian itu secara bergiliran karena terbatasnya angkutan kendaraan tangki,” katanya, Selasa (10/9/2019), dikutip Antara.
Dia juga minta warga segera mengajukan permintaan air bersih ke BPBD dengan diketahui desa dan kecamatan.





