Ahmad, ABK DD Farm Madiun Bercita-cita Punya Kandang Sendiri

Ahmad Jati Kusuma (22), Salah satu ABK DD Farm Madiun, warga asli Jatisari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, bercita-cita memiliki kandang ternak sendiri. (Foto: Dompet Dhuafa)
Ahmad Jati Kusuma (22), Salah satu ABK DD Farm Madiun, warga asli Jatisari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, bercita-cita memiliki kandang ternak sendiri. (Foto: Dompet Dhuafa)

MADIUN – DD Farm Madiun telah beberapa kali menggelar program pelatihan bagi para peternak yang bertajuk “Sekolah Ternak”. Setidaknya, program ini sudah berjalan sebanyak lima kali di DD Farm Madiun. November 2023, kelas pelatihan berbayar akan kembali dilaksanakan.

Pengenaan biaya dalam pelatihan ini merupakan bentuk komitmen para peserta agar lebih giat dan semangat mengikuti program hingga tuntas. Para peserta juga akan mendapatkan benefit lain selain materi, yaitu kaos, alat tulis, bahan penunjang selama pelatihan, hingga konsumsi.

Nyatanya, banyak peternak yang begitu antusias mengikuti pelatihan ini. Selain dari warga sekitar, mereka juga datang dari berbagai daerah di luar Madiun. Beberapa di antaranya ada yang dari Surabaya, Solo, Yogyakarta, hingga yang terjauh adalah peserta dari Kalimantan.

“Tanggapan masyarakat sekitar baik. Mereka senang dengan hadirnya DD Farm di sini. Peternak-peternak di sekitar sini pun kami gandeng untuk ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang kami adakan, termasuk pelatihan-pelatihan tentang peternakan,” ujar Kepala DD Farm Madiun, Benny Wijaya, beberapa waktu lalu.

Benny berharap, Program DD Farm di Madiun ini akan terus berkembang, sehingga dapat memperluas jangkauan manfaatnya. Ini menjadi salah satu bukti aktivitas filantropi Islam, termasuk di dalamnya zakat produktif, mampu memberdayakan masyarakat miskin yang kurang mampu.

Para anggota ABK di kandang Madiun adalah peternak-peternak kecil yang selalu terkucilkan oleh para pengepul yang bermain curang seenaknya.

Salah satu ABK DD Farm Madiun adalah Ahmad Jati Kusuma (22), warga asli Jatisari Kecamatan Geger. Ia lahir di keluarga peternak kecil.

Ayahnya yang awalnya seorang peternak juga, memutuskan ganti profesi menjadi seorang buruh pabrik. Mungkin, dalam benaknya, bekerja menjadi buruh lebih terlihat penghasilannya.

Ahmad bergabung di DD Farm Madiun sejak awal berdiri, yakni 2020. Sebelumnya, ia hanya membantu bapaknya di peternakan kelompok. Selain itu, pria tamatan SMP ini juga sempat bekerja di bagian produksi tempe.

Ahmad mengaku tidak menamatkan pendidikan SMK-nya karena ingin membantu menyokong ekonomi keluarga. Ia kemudian tertarik untuk menjadi ABK di DD Farm lantaran ingin banyak belajar. Ahmad sangat ingin tahu setiap proses peternakan yang sebenarnya.

“Seru kerja di sini, banyak pengalaman. Banyak belajar peternakan, siapa tahu bisa punya ternak sendiri,” ucap Ahmad.

Ahmad juga mengisahkan aktivitas sehari-harinya di kandang. Antara lain, memberi makan ternak, membuat pakan, mengobati domba yang sakit, hingga membersihkan kotoran-kotoran kandang.

Selama di DD Farm, ia mengaku sudah beberapa kali mengikuti kelas Sekolah Ternak. Harapannya ke depan, setelah berhasil menyerap ilmu tentang bisnis peternakan, Ahmad ingin memiliki kandang ternaknya sendiri.

Oleh: Muthohar

Advertisement