MALUKU – Warga desa pesisir Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Provinsi Maluku, sempat panik dan mengungsi ke dataran tinggi karena guncangan gempa bumi magnitudo 6,1.
“Warga panik, goncangan gempa kuat sekali. Yang tinggal di bawah dan dekat pantai sudah mengungsi ke dataran tinggi,” kata seorang pegawai Kantor Camat Tehoru, Saifuddin Silawane, pada Antara.
Menurut Saifuddin, semula warga tidak begitu panik saat gempa pertama terjadi sekitar pukul 12.22 WIT. Mereka hanya ke luar dari dalam bangunan rumah. Warga mulai berlarian mengungsi ke dataran yang lebih tinggi saat gempa susulan magnitudo 6,1.
Hingga saat ini kepanikan masih terjadi di Desa Tehoru, Mahu dan Pasalolu, di mana banyak warga yang sudah ke dataran tinggi memilih kembali ke rumah untuk mengambil barang-barang berharga untuk ikut diungsikan.
“Tadinya karena goncangannya kecil, warga tidak begitu panik, hanya ke luar dari dalam rumah, tapi saat gempa susulan berikutnya, mereka berlarian ke dataran tinggi,” katanya.
Dikatakannya saat gempa magnitudo 6,1 terjadi, air laut yang sedang surut tiba-tiba pasang dengan ketinggian mencapai kurang lebih dua meter dari dinding talud pembatas pesisir dan tampak bergelombang selama lebih dari satu jam.
Fenomena tersebut menambah kepanikan warga yang berada di kawasan pesisir pantai setempat.
“Air laut sempat naik dan masih bergelombang sampai pukul 15.00 WIT, ombaknya cukup kuat dari arah tengah laut ke pesisir pantai,” kata Saifuddin Silawane.





