SPANYOL – Polisi Spanyol pada hari Senin (21/8/2017) akhirnya berhasil menembak mati seorang militan Islam yang membunuh 13 orang dengan sebuah van di Barcelona pekan lalu.
Penembakan tersebut mengakhiri perburuan selama lima hari untuk pelaku serangan paling mematikan di Spanyol dalam lebih dari satu dekade.
Dilansir Reuters, polisi mengatakan mereka melacak Younes Abouyaaqoub yang berusia 22 tahun ke daerah pedesaan dekat Barcelona dan menembaknya setelah dia mengangkat sabuk bahan peledak dan meneriakkan “Allahu Akbar” (God is Greatest). Abouyaaqoub telah mengendarai van dan dia melaju dengan kecepatan tinggi ke kerumunan di sepanjang jalan paling terkenal di Barcelona, Las Ramblas. Setelah melarikan diri dari tempat kejadian, dia membajak sebuah mobil dan menusuk supirnya.
ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang menurut polisi direncanakan oleh12 orang termasuk saudara laki-laki dan dua sepupu pertama Abouyaaqoub yang lahir di Maroko.
Abouyaaqoub adalah satu-satunya dari 12 orang yang masih berkeliaran sebelum akhirnya ia ditembak mati. Ibunya, Hannou Ghanimi, telah memintanya untuk menyerah, mengatakan bahwa dia lebih suka melihat dia dipenjara daripada meninggal dunia.
Sementara 11 lainnya, lima orang ditembak mati oleh polisi beberapa jam setelah serangan van, dua orang terbunuh dan satu lainnya cedera sehari sebelumnya dalam sebuah ledakan di sebuah rumah di mana mereka membuat bahan peledak, dan tiga lainnya ditangkap di tempat lain.