
GUATEMALA – Sedikitnya tujuh orang tewas dan 12 lainnya luka-luka pada hari Rabu (16/8/2017) setelah anggota geng menyerang sebuah rumah sakit di Guatemala.
Penyerangan diduga dilakukan dalam upaya membebaskan seorang jubir yang dipenjara yang pergi ke rumah sakit di bawah pengawasan polisi untuk pemeriksaan.
“Anderson Daniel Cabrera, anggota geng dari Mara Salvatrucha, akan datang untuk pemeriksaan kesehatan,” ujar juru bicara polisi Jorge Aguilar. Menurutnya anggota geng yang menyerang dicurigai ingin membantu Cabrera yang berhasil melarikan diri.
Meskipun Cabrera berhasil lari, namun Polisi menangkap lima dari tujuh anggota geng yang dicurigai yang membawa senapan saat mereka menyerang Rumah Sakit Roosevelt di Guatemala City.
“Pencarian untuk mereka yang bertanggung jawab akan terus berlanjut dan mereka dihukum . Ini adalah tindakan teroris,” Presiden Guatemala Jimmy Morales mengatakan kepada wartawan, seperti dilaporkan Reuters, Kamis (17/8/2017).
Edwin Bravo, direktur rumah sakit San Juan de Dios mengatakan diantara tujuh orang yang terbunuh adalah tiga petugas keamanan dan petugas kebersihan rumah sakit.
Seperti El Salvador dan Honduras, Guatemala berjuang dengan kekerasan geng, terutama dari Mara Salvatrucha yang berkuasa, juga dikenal sebagai MS-13, dan saingannya Calle 18, yang menebar teror di Amerika Tengah.




