YOGYAKARTA – Masalah kesehatan jiwa pada anak dan remaja ternyata cukup tinggi, yakni tercatat 17-20% anak mengalami gangguan kejiwaan.
Itu artinya, dari 7 anak, salah satunya mengalami gangguan kejiwaan. Ketua Umum Asosiasi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja Indonesia (Akeswari) periode 2013-2017, Dr dr Dwijo Saputro SpKJ(K), mengatakan masalah kesehatan jiwa tidak melulu berkaitan dengan kedokteran, melainkan terkait dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya anak suka berkelahi, melawan, gagal sekolah dan lain-lain.
“Jadi perlu diluruskan bahwa kesehatan jiwa (mental helath), adalah bagaimana anak bisa berkembang dengan baik sesuai usia perkembangannya,” terang Dwijo.
Menurut Dwijo, perkembangan kesehatan jiwa anak sangat dipengaruhi interaksi dengan lingkungannya, mulai orangtua, sekolah dan masyarakat.
“Jika tidak ditangani anak menjadi rendah diri dan manifestasinya bisa macammacam misalnya anak menjadi agresif,” jelasnya, dilansir KRJogja.





