BOGOR – Bogor masih menjadi penyumbang tertinggi angka kematian ibu di Jawa Barat, meski angka kematian tersebut selama tiga tahun terakhir mengalami penurunan.
Adapun salah satu faktor masih banyaknya ibu hamil yang meninggal saat melahirkan, karena tidak dipandu oleh tenaga kesehatan.
Padahal, program pendampingan ibu hamil saat melahirkan setiap tahun terus dijalankan, salah satunya yakni Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS) diharapkan dapat terus menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
“Program pendampingan yang dilakukan USAID, Kemenkes dan Pemprov Jawa Barat ini merupakan program penyelamatan ibu dan bayi baru lahir. Outputnya dalam tiga tahun terakhir cukup signifikan,” kata Bupati Bogor Nurhayanti, dikutip dari Sindonews, Sabtu (23/7/2016).
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Camalia Sumaryana menjelaskan, rata-rata setiap tahunnya mencapai 300 kasus persalinan dan dari angka tersebut, pada 2013 tercatat angka angka kematian ibu 76, menurun 70 pada 2014 dan 64 ibu di 2015.
“Angka tersebut memang masih tertinggi di Jawa Barat. Namun jika dihitung dengan rasio jumlah penduduk saat ini yang mencapai 5,4 juta dengan pertumbuhan 1 persen setiap tahunnya sangatlah kecil,” jelasnya.
Selain Kabupaten Bogor, terdapat daerah lain di Jawa Barat seperti Kabupaten Tasikmalaya, Sukabumi, dan Karawang. Hampir 90% penyebab langsung kematian ibu terjadi pada saat persalinan. Sementara itu, risiko kematian ibu juga makin tinggi akibat adanya faktor keterlambatan, yang menjadi penyebab tidak langsung kematian ibu.





