JAKARTA – Menteri Kesehatan Nila Moeloek memprioritaskan antisipasi masuknya wabah virus Zika ke Indonesia di empat kota yakni Batam, DKI Jakarta, Medan, dan Bali.
Keempat kota tersebut merupakan kota yang banyak dikunjungi wisatawan Singapura dan Malaysia. Nila menambahkan jika antisipasi masuknya virus Zika ke Indonesia akan dilakukan di seluruh pelabuhan dan bandara internasional. Namun, prioritas diberikan di empat gerbang utama Indonesia. Pencegahan dilakukan melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).
“Pintu masuk banyak sekali. Saya meminta betul kepada masyarakat, karena nyamuk ini di mana-mana ada, tolong jaga lingkungan,” ujar Nila di Jakarta, Jumat (2/9/2016), seperti dikutip dari CNN Indonesia.
Kendati antisipasi masuknya virus zika ke Indonesia sudah dicanangkan, penanganan penumpang asal Singapura di beberapa bandara diketahui belum maksimal sampai saat ini, dan hal tersebut diakui Menkes Nila.
“Saya akui bahwa beberapa scanner belum berjalan dengan baik. Tapi kami terus membantu agar ada, terutama di daerah-daerah yang terdata untuk mobilisasi pendatang dari Singapura,” katanya.
Beberapa kekurangan terpantau dari Thermo scanner yang berfungsi untuk mengukur suhu badan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, hanya berada di Terminal Kedatangan 2 E.
Alat serupa di Terminal Kedatangan 2 D tidak bisa mendeteksi suhu badan penumpang. Padahal, menurut informasi yang diberikan pihak Manajemen Terminal 2 bandara tersebut, penumpang asal Singapura mayoritas mendarat di Terminal Kedatangan 2 D.
Kemudian, keberadaan spanduk mengenai bahaya wabah virus Zika juga hanya ada di Terminal Kedatangan 2 E. Sementara di Terminal Kedatangan 2 D, yang terlihat justru spanduk peringatan wabah virus Mers CoV.




