WASHINGTON – Amerika Serikat telah mengatakan kepada Turki bahwa pihaknya tidak akan memberikan senjata lagi kepada milisi YPG Kurdi Suriah.
Serangan Turki dalam operasi di Afrin terhadap YPG yang didukung AS masih terjadi hingga kini.
Serangan Turki di wilayah Afrika barat laut Suriah melawan YPG telah membuka front baru dalam perang sipil Suriah, namun juga telah mengikat hubungan dengan sekutu NATO Washington.
Washington telah membuat marah Ankara dengan memberikan dukungan senjata, pelatihan dan udara kepada pasukan Kurdi Suriah.
Turki melihat YPG atau Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang (PKK), yang telah melakukan pemberontakan mematikan di daerah tenggara Turki yang sebagian besar Kurdi selama tiga dekade.
Mengutip Reuters, Selasa (30/1/2018), kepresidenan Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa Ibrahim Kalin, juru bicara Presiden Tayyip Erdogan, dan Penasihat Keamanan Nasional AS H.R. McMaster mengadakan sebuah telepon pada hari Jumat di mana McMaster memastikan bahwa Amerika Serikat tidak lagi memberikan senjata kepada YPG.





