WASHINGTON–Sumber keuangan ISIS berkurang setelah adanya serangan udara Amerika Serikat. Selain gaji tentara ISIS yang dipangkas, ISIS juga memerintahkan warganya untuk berhemat, salah satunya penghematan listrik.
Dikutip dari CNN, Wakil komandan AS untuk koalisi tempur melawan ISIS, Mayor Jenderal Peter E. Gersten mengatakan bahwa serangan mereka terpusat pada pundi uang ISIS, terutama kilang minyak. “Jika ada uang satu dolar di jalanan dan digunakan untuk membuat senjata, maka kami akan menghancurkan satu dolar itu,” kata Gersten.
Selain itu dia juga mengatakan, kekurangan uang membuat perekrutan tentara ISIS dari luar negeri berkurang. Saat ini per bulannya hanya ada 200 tentara asing masuk ISIS, berkurang dari tahun lalu yang mencapai 1.500-2.000 orang per bulan.
Hal tersebut dibenarkan Aymenn al-Tamimi peneliti Jihad-Intel Research Fellow dari lembaga think tank Middle East Forum di Washington, jika tentara ISIS kini mulai kehilangan semangat dan menghindari pertempuran di garis depan, terutama setelah kekalahan di Palmyra, dan al-Shaddadi. Kekurangan orang di medan perang, kata al-Tamimi, terjadi karena tentara ISIS sering beralasan sakit dengan memalsukan surat dokter, berdasarkan dokumen yang dia peroleh.
Surat dokter juga kian sulit didapatkan karena kebanyakan tim medis kabur dari wilayah ISIS. Sebuah dokumen pada Oktober lalu menyebutkan, ISIS bahkan “mengeluarkan amnesti bagi para tentara desersi” agar mau kembali ke jajaran mereka.
Namun al-Tamimi mengatakan, meski kekurangan sumber daya dan kekayaan, pemberontakan dari dalam ISIS oleh tentara mereka sendiri sepertinya tidak akan terjadi. Pasalnya, kata dia, tentara dan warga ISIS sudah terbiasa hidup sulit.
“Populasi di bawah pendudukan ISIS terbiasa hidup dalam kemiskinan, ditambah bertahun-tahun perang sipil, sepertinya mereka masih akan tahan dengan penurunan kualitas hidup dan untuk saat ini tidak akan memberontak serta melakukan perlawanan,” kata al-Tamimi.




