WASHINGTON – Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan jika AS sedang mempertimbangkan apakah akan memotong pendanaan untuk dua badan PBB dan pengawas senjata kimia setelah Palestina bergabung dengan organisasi tersebut.
Dalam sebuah langkah yang bertujuan untuk meningkatkan profil internasional mereka, Palestina telah bergabung dengan organisasi pengembangan perdagangan PBB UNCTAD, badan pembangunan industri UNIDO dan Konvensi Senjata Kimia yang ditegakkan oleh Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW).
“Sudah menjadi posisi konsisten Amerika Serikat bahwa upaya Palestina untuk bergabung dengan organisasi internasional adalah prematur dan kontraproduktif,” kata seorang pejabat AS.
“Kami akan meninjau penerapan pembatasan legislatif AS terkait dengan keanggotaan Palestina di lembaga dan organisasi PBB tertentu,” tambah pejabat itu, dilansir AFP, Kamis (24/5/2018).
Langkah Palestina terjadi di tengah keretakan dengan pemerintahan Presiden Donald Trump atas keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Nickolay Mladenov, koordinator PBB untuk Timur Tengah, mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa Palestina telah bergabung dengan UNCTAD yang berbasis di Jenewa, UNIDO yang bermarkas di Wina dan Konvensi Senjata Kimia pekan lalu. Amerika Serikat mengundurkan diri pada tahun 1996 dari UNIDO, sebuah agensi yang kurang dikenal yang mempromosikan pengembangan industri yang inklusif dan berkelanjutan.
Nickolay Mladenov, koordinator PBB untuk Timur Tengah, mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa Palestina telah bergabung dengan UNCTAD yang berbasis di Jenewa, UNIDO yang bermarkas di Wina dan Konvensi Senjata Kimia pekan lalu. Amerika Serikat mengundurkan diri pada tahun 1996 dari UNIDO, sebuah agensi yang kurang dikenal yang mempromosikan pengembangan industri yang inklusif dan berkelanjutan.





