LONDON – Tunangan jurnalis Arab SaudiĀ Jamal Khashoggi menuntut agar Putra Mahkota Muhammad bin Salman mengungkapkan keberadaan jasadnya.
Dalam permohonan emosionalnya, Hatice Cengiz mengatakan kepada hadirin di London, “Saya percaya bahwa rezim Saudi tahu di mana tubuhnya berada: mereka harus menjawab permintaan saya, karena ini bukan hanya permintaan tunangan tetapi permintaan manusia dan Islam.”
Dalam sebuah penghormatan kepada KhashoggiĀ yang terbunuh di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 OktoberĀ Cengiz meminta komunitas internasional untuk memastikan tidak ada penutupan atas pembunuhannya.
Berbicara untuk pertama kalinya di luar Turki, dia berkata,Ā “Saya ingin keadilan harus dilayaniĀ tidak hanya bagi mereka yang membunuh Jamal tercinta saya tetapi bagi mereka yang mengaturnya dan memberi perintah untuk itu. Pertanyaan-pertanyaan ini bukan hanya pertanyaan saya: mereka diminta oleh jutaan orang.”
“Saya ingin peran kepemimpinan politik dalam pembunuhan brutal ini akan terungkap.”
Cengiz mengatakan kematian tunangannya telah meninggalkan “kehampaan” dalam hidupnya dan telah mengubahnya menjadi korban penyebab demokrasi di Arab Saudi.
Khashoggi diketahui sebagai penulis yang sangat kritis terhadap kepemimpinan Saudi dan meninggalkan tanah airnya untuk Amerika Serikat tahun lalu setelah tumbuh ketakutan untuk keselamatannya.
Sementara Cengiz ketika Khashoggi menghilang tengah menunggu tunangannya muncul kembali dari konsulat tempat dia dibunuh.
“Seandainya saja aku tahu apa yang akan terjadi, aku akan memasuki konsulat sendiri. Seandainya saja aku tahu bahwa ada orang-orang jahat haus darah, yang menunggu di dalam konsulat untuk Jamal-ku, aku akan melakukan semua yang aku bisa untuk mencegahnya masuk, ” tandasnya, dikutip Aljazeera.





