Florida-Wabah virus Zika di AS mulai merebak. Melihat hal itu Badan Pengawas Makanan dan Obat-Obatan AS atau FDA berencana melepaskan nyamuk yang telah melalui modifikasi genetika untuk mereduksi nyamuk pembawa virus, terutama virus zika.
Dalam pernyataan resminya, FDA menjamin proyek melepaskan nyamuk yang melalui modifikasi genetik tersebut tidak mempunyai dampak yang signifikan terhadap lingkungan.
Nyamuk Aedes Aegypti yang membawa virus juga membawa virus lainnya seperti demam dan chikugunya.
Teknologi modifikasi genetika  tersebut bekerja dengan cara memasukkan genetik buatan kedalam nyamuk jantan, dimana ketika pejantan tersebut bereproduksi dengan nyamuk betina maka keturunannya tak dapat bertahan hingga menjadi nyamuk dewasa.
“Setelah mempertimbangkan pendapat publik, FDA telah merilis tahap akhir studi dampak lingkungan dan menemukan bahwa tidak ada dampak signifikan terhadap lingkungan,” kata FDA seperti dilansir AFP,Senin (8/8).
Rencananya, proyek yang dijalankan oleh Oxitec, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi biologi, akan dimulai dengan uji coba di Key Haven, . Dalam uji coba tersebut akan dievaluasi apakah nyamuk-nyamuk yang telah dimodifikasi dapat menekan populasi nyamuk.
Tentang keefektivan ini, FDA menyerahkan pada masyarakat sekitar yang akan mem-voting apakah program ini bermanfaat dan dapat dikomersialkan.
Oxitec dalam pernyataanya telah menguji program ini secara mandiri di Brazil, Panama dan Cayman Island dan mengklaim telah menekan populasi nyamuk hingga 90 persen.
Sedangkan Organisasi Dunia atau WHO mengkonfirmasi keefektifan teknologi ini, namun mengatakan masih ‘berskala kecil’. Namun, organisasi ini tidak mengatakan dampak epidemiologi berkaitan dengan proyek tersebut.





