HAITI – Badai Matthew menerjang Haiti pada Selasa (4/10/2016) dengan kekuatan angin yang sangat kuat disertai hujan lebat.
“Sungai telah meluap di sekitar kita,” kata pastor gereja Louis St. Germain. “Ini mengerikan, total terjadi bencana, ujarnya kepada CNN.
Menurutnya badai membuat rumahnya rusak dan banyak bangunan di daerah yang atapnya beterbangan. Sementara itu jembatan yang menghubungkan Port-au-Prince dengan Haiti selatan juga ikut runtuh.
Pejabat pemerintah sangat khawatir atas bencana tersebut dan masa tanggap darurat telah diberlakukan karena badai yang sangat berbahaya tersebut telah menewaskan tujuh orang.
Diberitakan sebelumnya, badai matthew sudah menghampiri Amerika Selatan dan mengancam Jamaika, Kuba, Haiti, dan Bahama sejak Jumat (30/9/2016) malam waktu setempat.
Badai matthew kategori lima menjadi yang terkuat di Atlantik sejak Felix pada tahun 2007, seperti diungkapkan National Weather Service. Badai bergerak cepat dalam waktu yang singkat, dari kategori satu hingga akhirnya meningkat menuju kategori tiga, empat sampai lima.





