Bahaya Terlalu Sering Konsumsi Makanan Olahan

Ilustrasi makanan olahan/foto: tadas

JAKARTA – Makanan olahan menjadi salah satu pilihan yang banyak dikonsumsi banyak orang yang memiliki banyak kesibukan karena dianggap praktis.

Makanan olahan adalah berbagai makanan yang telah melewati proses tertentu, seperti pemanasan, pengeringan, pengalengan, pembekuan, pengemasan, dan sebagainya. Proses ini sengaja dilakukan pada makanan dengan suatu tujuan.

Namun tak banyak yang menyadari dampak negatif bisa ditimbulkan dari makanan olaha yang biasanya berasal dari zat aditif atau proses tertentu yang menghilangkan kandungan gizi suatu bahan makanan.

Tetapi tenang, makanan yang diolah melalui proses panjang belum tentu tidak sehat, tapi tetap dapat merugikan kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Berikut beberapa alasan mengapa sebagian besar makanan olahan dinilai membawa dampak buruk bagi kesehatan, sebagaimana dikutip dari hellosehat:

1. Tinggi kandungan gula
Makan makanan tinggi gula dapat merugikan kesehatan. Gula akan menambah kalori sehingga meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas. Tak hanya itu, kadar gula yang tinggi dalam darah juga dapat menyebabkan diabetes.

2. Tinggi kandungan natrium
Proses pengawetan dan pengeringan makanan dapat menambah kandungan garam (natrium) pada produk akhir. Konsumsi natrium melebihi batas asupan harian terbukti meningkatkan risiko hipertensi, stroke, dan penyakit jantung.

3. Mengandung lemak trans
Produsen makanan olahan kerap menambahkan lemak trans untuk menghasilkan rasa dan tekstur yang diinginkan. Melansir laman Mayo Clinic, lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan memicu pembentukan plak pada pembuluh darah.

4. Tidak mengandung zat gizi lain
Sebagian besar makanan yang diolah mengandung banyak kalori, tapi miskin zat gizi lain. Produsen biasanya menyiasati hal ini dengan menambahkan vitamin dan mineral tiruan, tapi zat gizi ini tentu berbeda dengan yang didapatkan dari makanan alami.

5. Rendah serat
Zat gizi lainnya yang biasanya hilang dari makanan olahan ialah serat. Berbagai studi telah menunjukkan bahwa kurangnya asupan serat bisa meningkatkan risiko gangguan pencernaan, penyakit diabetes, penyakit jantung, hingga kanker usus besar.

6. Mengandung banyak bahan tambahan
Makanan yang diolah umumnya mengandung banyak zat aditif dengan beragam fungsi. Ada bahan pewarna makanan, perisa buatan, pengawet, dan lainnya. Konsumsi zat aditif tersebut dalam jangka panjang bisa memengaruhi kondisi tubuh Anda.

Advertisement