Balita Menderita Jantung Bocor, Orangtua Tak Punya Biaya

Ilustrasi

PALEMBANG –  Putri, anak berusia 3 tahun 5 bulan didiagnosis oleh dokter mengalami klep jantung bocor (katup jantung bocor) dan orangtuanya, Sirih dan Mega terkendala keterbatasan biaya.

Putri warga Desa Tempirai Utara, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) membutuhkan biaya untuk menjalani pengobatan secara medis.

Sudah berulang kali ia berobat ke RS Prabumulih dan RS Muhamad Hosein Kota Palembang. Namun, Putri tak bisa diobati lantaran keterbatasan peralatan medis.

Sirih mengungkapkan, anak tercintanya tersebut saat ini harus dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta guna penanganan lebih lanjut. Namun, karena tidak memiliki biaya dalam pengobatanya, terpaksa saat ini anaknya itu hanya dirawat di rumah dengan pengobatan seadanya.

“Kami tidak ada uang, Pak. Untuk biaya ke Jakarta saja kami berat, apalagi untuk mengobatinya. Pasti memerlukan biaya yang besar. Sedangkan kami hanya seorang petani. Kami sangat berharap adanya para dermawan dan pemerintah daerah yang peduli anak kami,” ujarnya, dikutip dari Sindonews, Selasa (7/2/2017).

Ia kini hanya pasrah ada bantuan dari pemerintah atau dermawan yang rela membantu melepaskan beban anaknya.

Dia menambahkan, Kepala Desa Muara Ikan, Kecamatan Penukal Utara, Pausy Ahmad yang juga putra Desa Tempirai Utara mengharapkan Bupati Heri Amalindo bisa memberikan bantuan secara pribadi maupun melalui SKPD terkait dalam meringankan penderitaan Putri.

“Kami mohon diberikan bantuan, sehingga pengobatan bisa dilakukan. Karena, biaya untuk pengobatan itu sendiri sepertinya tidak sedikit. Untuk itu harapan kami agar bantuan bisa didapatkan,” harapnya.

Advertisement