BANGLADESH – Bangladesh telah sepakat untuk menyelesaikan proses pengembalian Muslim Rohingya ke Myanmar dalam waktu dua tahun setelah pemulangan dimulai.
Negara Asia selatan tersebut mengatakan pada hari Selasa, dimana sebuah pernyataan kementerian luar negeri Bangladesh tidak merinci kapan prosesnya akan dimulai. Namun dikatakan bahwa usaha pengembalian tersebut membayangkan “mempertimbangkan keluarga sebagai satu kesatuan,” dan Myanmar memberikan tempat penampungan sementara bagi mereka yang kembali sebelum membangun kembali rumah bagi mereka.
Pernyataan tersebut mengatakan bahwa Bangladesh akan mendirikan lima kamp transit yang akan mengirim Rohingya ke dua pusat penerimaan di perbatasan Myanmar.
“Myanmar telah menegaskan komitmennya untuk menghentikan arus keluar penduduk Myanmar ke Bangladesh,” katanya, dikutip Reuters.
Sementara sebuah badan Myanmar yang bertugas mengawasi pemulangan tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan Kamis lalu bahwa dua “tempat pemulangan sementara” sementara satu lokasi lain untuk menampung orang-orang yang kembali telah dibentuk.
Myint Kyaing, sekretaris tetap di Kementerian Tenaga Kerja, Imigrasi dan Kependudukan Myanmar, mengatakan kepada Reuters awal bulan ini bahwa Myanmar akan mulai memproses sedikitnya 150 orang per hari melalui masing-masing dua kamp tersebut pada 23 Januari.




