Banjir Bandang Masih Ancam Tiga Kecamatan di Mandailing Natal, Warga Segera Direlokasi

Relawan Dompet Dhuafa Waspada membantu warga membersihkan masjid dan rumah terdampak banjir Mandailing Natal, Selasa (16/10/2018). Foto: DDW

MANDAILING NATAL – Warga di tiga kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara, yang menjadi korban banjir akan segera direlokasi ke tempat yang dianggap lebih aman untuk menghindari banjir akibat meluapnya sungai di daerah tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandaling Natal, Muhammad Yasir Nasution mengatakan rencana relokasi warga di tiga kecamatan itu, yakni Kecamatan Ulu Pungkut, Kecamatan Aek Batang Gadis, dan Kecamatan Batang Natal,  saat ini sedang diusulkan Pemerintah Kabupaten Mandaling Natal kepada Gubernur Sumatera Utara.

“Semoga, rencana relokasi warga tersebut dapat disetujui oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut),” ujar Yasir, Senin (17/12/2018), dikutip Antara.

Ia mengatakan, Pemkab Mandailing Natal saat ini tengah mencari tempat yang tepat untuk merelokasi warga di tiga kecamatan yang selama ini dikenal rawan banjir dan juga tanah longsor tersebut karena lokasinya tidak jauh dari sungai.

“Jika hujan turun dengan lebat, sungai di tiga kecamatan tersebut meluap dan merendam desa-desa yang ada di sekitarnya,” jelasnya.

Yasir menyebutkan, tidak ada lagi solusi yang tepat untuk menyelamatkan penduduk yang ada di beberapa desa di tiga kecamatan tersebut selain melakukan relokasi. Dengan relokasi diharapkan dapat menyelamatkan mereka dari bahaya banjir yang mengancam setiap saat.

Hal itu harus dipikirkan pemerintah untuk menolong warga yang tinggal tidak berapa jauh pinggiran sungai. Apalagi Kabupaten Mandailing Natal yang berdekatan denganKabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, juga dikenal rawan longsor, jalan putus/amblas dan sering mengalami banjir bandang.

“Pemerintah diharapkan dapat menyetujui relokasi atau pemindahan warga yang terdapat di tiga kecamatan itu untuk menghindari korban jiwa,” kata Kepala BPBD Mandailing Natal itu.

Terakhir pada 15 Oktober 2018 sebanyak 10 desa terkena dampak banjir di wilayah Kecamatan Batang Gadis, yang mengakibatkan 12 rumah warga hanyut dan rusak total, sembilan rumah rusak berat, serta tiga fasilitas umum di Desa Muara Saladi, berupa poliklinik desa, gedung SD Negeri 235, dan gedung PKK rusak total.

Advertisement