DHAKA – Banjir bandang akibat hujan deras dan semburan air dari perbukitan yang melintasi perbatasan India pada hari Minggu 913/8/2017) telah menewaskan sedikitnya 18 orang di tiga distrik di barat laut Bangladesh.
Situasi banjir di distrik Dinajpur, sekitar 338 km barat laut ibukota Dhaka, memburuk secara drastis pada awal hari Minggu setelah sebuah tanggul untuk perlindungan kota kabupaten tersebut rusak, seperti dilaporkan Xinhua, Senin (14/8/20170.
Monsur Ali Sarkar, petugas kantor polisi Kaharol mengatakan bahwa lima orang tewas setelah banjir bandang menyapu bersih tempat di Kahrol.
Sementara Abdul Majid, pejabat lain dari Kantor Polisi Birol di distrik tersebut, mengatakan empat orang tewas dan satu orang hilang setelah banjir bandang menerjang Birol.
Situasi banjir secara keseluruhan juga mengkhawatirkan di dua distrik Bangladesh lainnya yakni di Lalmonirhat barat laut dan Kurigram utara, di mana sungai-sungai mengalir di atas tingkat bahaya.
Pihak berwenang telah mengevakuasi ratusan penduduk desa ke tempat yang lebih tinggi di sejumlah distrik di Bangladesh yang rentan terhadap hujan lebat antara bulan Juni dan September.
Laporan TV menunjukkan bahwa desa-desa di negara bagian utara dan timur laut telah berada di bawah air setinggi pinggang. Warga terlihat meninggalkan rumah mereka yang mengarungi jalan banjir atau ke kapal untuk mencari tempat berlindung atau tempat kering untuk mengungsi sementara.
Para ahli mengatakan Bangladesh, berbatasan dengan Teluk Benggala, menjadi lebih rentan terhadap masalah terkait perubahan iklim seperti siklon, banjir, karena kemampuan tanahnya lemah.
Pada tahun 2007, dua banjir di Bangladesh membunuh lebih dari 1.000 orang.





