BANGLADESH – Situasi banjir di sejumlah wilayah Bangladesh masih dinyatakan berbahaya sejak awal musim hujan melanda dan memaksa ratusan ribu orang terdampar dan mengungsi.
Departemen manajemen bencana mengatakan setidaknya 10 orang tenggelam di seluruh negeri dan sekitar 1,3 juta orang terdampar selama beberapa hari terakhir, menurut media lokal dan departemen manajemen bencana.
Arifuzzaman Bhuyan, seorang insinyur eksekutif di Badan Pengembangan Air Bangladesh, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa situasi banjir saat ini telah dimulai minggu lalu dan kemungkinan akan membaik mulai minggu depan.
Situasi banjir terjadi terutama karena curah hujan yang tinggi di Assam dan Meghalaya di India, dan curah hujan dan limpahan air sungai seperti itu normal pada periode waktu ini ketika musim hujan sedang berlangsung, tambahnya.
“Selain itu, dampak perubahan iklim juga memainkan peran dalam peningkatan air sungai, dan kami membutuhkan lebih banyak penelitian di bidang ini untuk mengambil langkah-langkah awal,” kata Bhuyan yang juga ahli dalam Peramalan cuaca dan Peringatan Banjir yang dikelola pemerintah.
Sementara itu, orang-orang di daerah yang terkena banjir menghadapi krisis pangan, kekurangan air minum murni, sementara beberapa menderita penyakit yang ditularkan melalui air.
Untuk membantu para korban banjir, pemerintah juga mengalokasikan 17.550 ton bahan makanan dan $ 247.964,20 untuk para korban banjir, kata Menteri Negara Penanggulangan Bencana dan Bantuan Dr Md Enamur Rahman kepada wartawan di Dhaka, Selasa.





