Banjir dan Longsor di Bali, Tujuh Warga Sempat Terjebak dan Minta Dievakuasi

Ilustrasi/ Ist

BALI – Banjir dan tanah longsor melanda beberapa wilayah di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar dari Minggu (3/5/2020) sore sampai Senin (1/6/2020).

Kepala BPBD Denpasar, Ida Bagus Joni Ariwibaw mengatakan banjir dan tanah Longsor disebabkan oleh tingginya intensitas curah hujan ini menyebabkan debit air tidak mampu tertampung di aliran sungai dan menyebabkan beberapa tanggul di setiap perumahan tidak kuat menahan debit air tanah sehingga terjadinya longsor dan endapan lumpur di pemukiman warga.

Ia menjelaskan beberapa titik wilayah yang terkena banjir yaitu di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Padang Sambian, Denpasar Barat, dengan kondisi ada tujuh warga yang terjebak dan meminta untuk dievakuasi.

Proses evakuasi menggunakan perahu karet, kemudian dilakukan pengecekan terhadap tujuh warga tersebut. “Mereka dalam kondisi sadar dan kedinginan, lalu diberikan perawatan dengan minyak hangat dan selimut,” ucapnya, dikutip Antara.

Beberapa wilayah lainnya yang mengalami banjir yaitu di Jalan Dewi Supraba Gang Putra, dengan kondisi saat ini lumpur masih cukup tebal, di jalan Antasura Gang Jambu, Peguyangan, dengan kondisi lumpur yang merendam areal TKP, di jalan Kebo Iwa Utara, Perumahan Giring, Tahap 1 dan Tahap 5, Padang Sambian Kaja, Denpasar Barat serta di Jalan Lembu Sura, SD 11 Peguyangan, Denpasar Utara.

Sementara itu, tanah longsor terjadi di Jalan Kaswari Gang Sri Rama No. 5, Penatih, Denpasar Timur, dan di jalan Made Bima Mulia, Perum Bima Mulia Blok E, Ubung Kaja, Denpasar Utara.

 

Advertisement