PASURUAN- Setelah sempat dibuka kembali akses di jalur pantura Surabaya-Pasuruan karena banjir telah surut,a khirnya pada Selasa (31/1/2017) malam jalan kembali ditutup.
Jalan kembali ditutup karena hujan deras sejak Selasa hingga malam mengakibatkan Sungai Welang di perbatasan Kota dan Kabupaten Pasuruan meluap setelah sebelumnya sempat surut menjadi 30 cm.  Genangan air yang naik ke permukiman dan badan jalan, memutus jalur Pantura Surabaya-Pasuruan.
Jalur perekonomian Jatim ini ditutup sejak pukul 22.00 WIB akibat genangan air mencapai ketinggian 50 cm. Petugas mengalihkan jalur Pantura melalui Pandaan, Purwosari menuju Kota Pasuruan.
Banjir juga melanda permukiman Karangasem Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo dan Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan dan ini merupakan yang keempat kalinya dalam kurun waktu Januari 2017. Banjir kiriman ini semakin lama menggenang karena bersamaan dengan pasang air laut di Selat Madura.
Genangan air ini mulai masuk ke permukiman yang menjadi langganan banjir setiap tahun tersebut sejak pukul 19.00 WIB. Suasana permukiman ini semakin mencekam karena petugas PLN terpaksa memutuskan aliran listrik. Warga setempat harus mengungsi di trotoar jalur Pantura sembari menunggu genangan air surut.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Dulbari mengungkapkan, penutupan jalur Pantura ini terpaksa dilakukan karena ketinggian genangan air telah mencapai 50 cm di badan jalan. Jalur Pantura akan kembali dibuka jika genangan air sudah surut.
“Jalur Pantura ditutup karena ketinggian air di badan jalan mencapai 50 cm. Petugas dan relawan sudah mengevakuasi warga lanjut usia dan anak-anak ke tempat yang lebih aman. Sebagian tetap bertahan di rumah masing-masing,” kata Dulbari, dilansir sindonews, Rabu (1/2/2017).





